ASBKI Dojo Hasanuddin Makassar

Senpai Ahmad Basith mulai berlatih karate sport sejak kelas 6 SD dan sempat mengikuti kejuaraan daerah (kejurda) dalam kategori junior. Setelah lulus sekolah dasar dan melanjutkan ke SMP, saya mengenal beladiri silat Tapak Suci selama satu tahun di bawah bimbingan Ustaz Sholeh Amin. Namun, perjalanan beladiri saya sempat terhenti selama tiga tahun saat duduk di bangku SMA.

Setelah lulus SMA, saya melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan mulai berlatih Muay Thai. Kecintaan saya terhadap beladiri ini berlangsung cukup lama, bahkan sempat memiliki keinginan untuk menjadi atlet. Sayangnya, kurangnya dukungan dari pelatih membuat saya mengurungkan niat tersebut. Meski demikian, saya tetap bersyukur karena dapat mengenal Muay Thai dan mempelajari berbagai teknik dari pelatih yang berpengalaman.

Setelah lulus kuliah, saya merantau ke Jakarta selama 1–2 tahun dan berkesempatan mengenal beladiri Kudo MMA Jepang di bawah bimbingan Sensei Ranoe. Alhamdulillah, saya mendapatkan pelatih yang sangat baik. Namun, saya tidak lama menetap di Jakarta karena situasi yang kurang kondusif, terutama saat memasuki fase pandemi COVID-19. Akhirnya, saya memutuskan untuk kembali ke Makassar dan vakum dari dunia beladiri untuk sementara waktu.

Seiring berjalannya waktu, adik saya memperkenalkan saya kepada kepala sekolahnya, yang telah lama menggeluti beladiri Shorinji Kempo. Saya pun tertarik untuk berlatih, meskipun tidak berlangsung lama. Dalam proses pencarian jati diri di dunia beladiri, saya ingin menemukan beladiri yang dikenal sebagai yang terkeras. Dari situ, saya mulai tertarik dengan Kyokushin Karate.

Dengan modal membuat grup Facebook, saya berusaha mencari pelatih Kyokushin Karate di Makassar, meskipun cukup sulit. Tidak lama kemudian, saya mendapatkan kontak dari Guru Besar ASBKI, Hanshi Teguh. Kami hanya berkomunikasi melalui WhatsApp dan sempat bertemu di bandara untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang Kyokushin Karate. Beliau menyarankan saya untuk menjalani pembinaan selama dua hari di Surabaya.

Sesampainya di Surabaya, saya menjalani latihan intensif dan dipersiapkan untuk menjadi pengembang Kyokushin Karate di Makassar. Setelah melewati tahapan latihan tersebut, alhamdulillah, saya merasa cukup siap untuk mengembangkan beladiri ini. Antusiasme masyarakat Makassar terhadap Kyokushin Karate ternyata cukup tinggi.

Kini, Kyokushin Karate telah berjalan selama lima tahun di Makassar sejak tahun 2020, dan saya masih terus berlatih serta mengembangkan beladiri ini.

Pengurus ASBKI Dojo Hasanuddin

Hanshi Teguh S. Utomo

Pengurus Pusat & Guru Besar ASBKI (Akademi Seni Bertarung Kyokushin)

Senpai Ahmad Basith

Pimpinan Daerah ASBKI (Akademi Seni Bertarung Kyokushin) Sulawesi-Selatan

Senpai Rizkyadi

Pimpinan Dojo ASBKI Hasanuddin Makassar, Sulawesi-Selatan